Dasar Logika

Logika dikenal dan dipelajari sejak 500 SM. Perkembangan logika (sebagai ilmu) sangat dipengaruhi karya Aristoteles (388{322 SM). Logika Aristoteles tidak berubah hingga akhir abad ke-19: teori silogisma dan konsep reductio ad absurdum.

Leibniz (1644{1716): pertama kali mempublikasikan logika formal
dan logika simbolik. Giuseppe Peano (1858{1932): pakar logika yang pertama kali menggunakan istilah logika matematika. George Boole (1815{1864): memperkenalkan sistem logika dua nilai yang digunakan dan dikembangkan hingga saat ini, khususnya
dalam teori digital (komputer).

Argumentasi adalah sekelompok pernyataan (premis), yang
diikuti dengan kesimpulan yang didasarkan atas pernyataan-pernyataan tersebut. Argumentasi atau penalaran: valid atau tidak valid. Pernyataan (premis atau kesimpulan): salah atau benar

Argumentasi disusun atas kalimat-kalimat yang mempunyai
nilai kebenaran: B = BENAR atau S = SALAH. Nilai kebenaran suatu kalimat bergantung pada semesta pembicaraan; bila tidak disebutkan secara eksplisit, berarti semesta pembicaraan yang digunakan adalah alam semesta. Nilai kebenaran dalam logika adalah kebenaran formal, BUKAN kebenaran faktual.

Di dalam suatu kalimat:
KONSTANTA: unsur kalimat yang menunjuk pada suatu anggota
tertentu dari semesta pembicaraannya.
VARIABEL: unsur kalimat yang menunjuk pada sembarang
anggota dari semesta pembicaraannya.

PERNYATAAN atau PROPOSISI atau KALIMAT DEKLARATIF:
mempunyai nilai kebenaran `BENAR’ saja atau `SALAH’ saja.
tidak memuat variabel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s