Posted in Movie

Review Film Flash of Genius

220px-Flash_of_genius_postFlash of Genius adalah sebuah film yang berdasarkan dari kisah nyata. Film ini disutradari oleh Marc Abraham. Sebuah kisah yang menurut saya sangat inspiratif. Flash of Genius menceritakan tentang perjuangan seseorang, yang merupakan seorang penemu, demi mendapatkan hak patennya.

Kisah ini dimulai ketika Robert Kearns (Greg Kinnearini), yang merupakan seorang dosen teknik, berhasil menciptakan alat yang dinamakannya “Penghapus Kaca Berselang Kearns”. Alat ini berfungsi untuk membersihkan kaca mobil saat hujan secara otomatis yang kecepatannya juga dapat diatur, karena sebelumnya wiper atau mesin kipas kaca bekerja secara manual. Penemuan ini terinspirasi dari kejadian saat malam pernikahannya dengan Phyllis, istrinya (Lauren Graham). Pada saat itu gabus penutup sampanye mengenai mata kiri Kearns sehingga menyebabkan matanya untuk dioperasi malam itu juga. Sejak saat itu, Kearns telah berpikir tentang mata manusia. Dia berpikir untuk menciptakan wiper yang cara kerjanya seperti kelopak mata manusia.

flashKemudian Kearns mencoba untuk membuat wiper berselang tersebut dibantu oleh anak-anaknya, Dennis dan Timmy, dengan menggabungkan transistor, kapasitor, dan resistor. Akhirnya terciptalah “Penghapus Kaca Berselang Kearns”. Pada awalnya Robert Kearns bermaksud untuk memproduksinya sendiri. Namun atas saran dan bantuan Gil (Dermot Mulroney), Kearns kemudian mencoba mendemontrasikan penemuannya kepada Ford Motor Corporation. Ford pun tertarik dengan temuan Kearns dan ingin bekerja sama dengannya. Tetapi tiga bulan kemudian Ford keluar dari kerja sama mereka dengan alasan bahwa perusahaan tersebut sudah tidak tertarik lagi dengan wiper ciptaan Kearns.

Setelah beberapa bulan berlalu, ternyata Ford telah memproduksi mobil yang terdapat wiper yang bekerja secara otomatis seperti wiper ciptaan Kearns. Tentu saja Kearns sangat marah ketika mengetahui hal tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk membawa perusahaan Ford ke pengadilan dengan usahanya sendiri. Sayangnya bukan hal yang mudah untuk membawa perusahaan yang besar itu ke pengadilan. Hal itu bahkan membuat Kearns dititipkan pada fasilitas penanganan mental milik Negara di Rockville, karena ia menderita gangguan saraf dan dalam keadaan mental yang tidak stabil.

2008_flash_of_genius_wallpaper_002

Namun itu semua tidak menyurutkan tekat Kearns untuk menuntut Ford ke pengadilan. Setelah perawatan medis tersebut, Kearns memutuskan untuk mencari pengacara dan kembali melanjutkan rencananya untuk membawa Ford ke pengadilan. Setelah satu tahun berlalu, pengacara Kearns memberi kabar bahwa ia baru saja dihubungi oleh orang terdekat, Macklin Tyler, pemimpin, perusahaan Ford. Orang itu adalah Charlie Defao. Charlie mengatakan bahwa Ford telah menawarkan $ 250.000 untuk menyelesaika masalah tersebut.

Pengacara Kearns berusaha mendesaknya untuk menerima tawaran tersebut. Namun Kearns tetap berpegang teguh pada keputusannya untuk tetap membawa hal tersebut ke pengadilan. Kecuali apabila Ford bersedia untuk mengakui bahwa perusahaan tersebut telah mencuri hasil penemuaannya. Tentu saja itu adalah hal yang mustahil, sehingga akhirnya pengacara Kearns memutuskan untuk mengundurkan diri dari kasus Kearns. Phyllis sebenarnya juga berharap Kearns menerima tawaran tersebut, karena ia sudah lelah dengan itu semua. Ia ingin agar Kearns melupakan hal tersebut dan bisa lebih memperhatikan keluarganya. Itu semua bukan hanya tentang uang, tapi tentang keluarga mereka. Tetapi Kearns tetap tidak tergoyahkan, sehingga akhirnya ia pun berpisah dengan istri dan anak-anaknya.

fog_wp_9Empat tahun berlalu setelah Kearns berpisah dari keluarganya. Ia tetap berusaha menggugat perusahaan Ford, dan usahanya pun membuahkan hasil. Persidangannya pun telah dimulai. Perlu waktu lama untuk dapat menuntut perusahaan besar tersebut. Sampai suatu ketika, Charlie datang menemui keluarga Kearns untuk kembali menawarkan uang sebesar $ 30 juta untuk menyelesaikan sidang tersebut. Kearns pun menyerahkan keputusan tersebut ditangan anak-anaknya. Untungnya anak-anak Kearns tidak terpengaruh oleh tawaran Charlie dan mereka memutuskan untuk tetap mendukung ayahnya.

Akhirnya selama 20 tahun dipersidangan, usaha Kearns membuahkan hasil. Dalam persidangan antara Robert Kearns dengan perusahaan Ford motor, juri memutuskan bahwa perusahaan Ford motor telah melanggar hak paten yang dimiliki oleh Robert Kearns. Dan perusahaan tersebut harus memberikan ganti rugi kepada penggugat, Kearns, sebesar $ 10.100.000. Itu adalah jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan uang tawaran Charlie sebelumnya.

Itu merupakan kisah yang sangat menarik, yang terdapat banyak pesan moril didalamnya. Di film tersebut kita dapat melihat semangat Kearns untuk memperjuangkan hak patennya, meskipun lawannya merupakan sebuah perusahaan yang besar dan terkenal. Kearns juga tidak terpengaruh oleh tawaran uang dari Charlie. Keluarga Kearns juga ikut ambil andil atas berhasilnya Kearns menuntut perusahaan Ford. Meskipun pada awalnya keluarga Kearns tidak setuju apabila Kearns melanjutkan gugatannya, namun di saat-saat Kearns melakukan persidangan, mereka hadir dan mendukungnya. Terdapat peran keluarga dalam keberhasilan Kearns.

Di film ini kita dapat mengetahui betapa penting dan berharganya sebuah ide. Sehingga apabila kita telah menciptakan sebuah ide, maka segera hak patenkan ide kita tersebut agar tidak ada yang menklaimnya. Kemudian kita juga harus berhati-hati dalam menjalin kerja sama.

Selain itu dalam film ini, Kearns menjelaskan arti seorang inventor atau penemu. Bahwa seorang inventor bukan hanya seorang yang menemukan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Namun seseorang yang menemukan hal-hal yang baru dari sesuatu yang sudah ada juga bisa disebut inventor.

Flash_of_Genius_15Hal tersebut juga terdapat dalam cuplikan adegan “Flash of Genius” ketika di persidangan. Saat itu pengacara Ford mengatakan bahwa Kearns hanya menggabungkan transistor, kapsitor, dan resistor yang itu semua bukanlah ciptaan Kearns. Mendengar hal tersebut, Kearns menjelaskan bahwa ia pun juga seorang inventor. Saat itu ia menunjukan sebuah novel terkenal, yang penulisnya merangkai kata-kata indah di dalam novelnya tersebut. Sang penulis menciptakan kata-kata yang indah, namun apakah ia menciptakan kata demi kata tersebut? Tentu saja tidak. Sang penulis merangkai kata-kata yang sudah ada tersebut menjadi rangkaian kata-kata yang indah.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa kita tidak harus menciptakan hal-hal yang benar-benar baru untuk menjadi seorang inventor atau penemu. Kita bisa menciptakan hal yang baru tersebut dari sekeliling kita, dari sesuatu yang sudah ada. Selain itu kita juga dapat mencontoh perjuangan Kearns, yang tanpa didampingi pengacara, mampu mengalahkan perusahaan besar Ford. Kita mendapat pelajaran bahwa perjuangan yang berat akan membuahkan hasil apabila dilakukan dengan ketekunan dan pantang menyerah.

Ini ada official trailer “Flash of Genius” , lebih seru lagi kalau liat filmnya loohh 🙂

Advertisements